Fiksi Anak-anak dan Masa Kecil

Image

Semalam saya pergi ke Gramedia sama Ayahnya Alice. Seperti biasa, dia mencari komik kesukaannya, Kariage Kun edisi terbaru (yang sayang sekali belum terbit), dan saya berputar-putar tidak jelas. Saya ingin mencari buku anak-anak yang bagus.. Atau tepatnya, novel anak-anak?

Saya adalah penggila novel anak-anak. Roald Dahl, Otfried PreuBler, dan Astrid Lindgren adalah favorit saya. Mungkin ini banyak sekali berkat pengaruh dari M.S. dan Bu Gabriel, orang Australia yang tinggal di belakang rumah Nenek saya waktu kami masih kecil.

Beruntung sekali anak-anak yang masa kecilnya sempat dekat dengan Bu Gabriel ini (nenek saya dan mbah-mbah sekitar memanggilnya dengan Bu Gabrel, hihihi). Dia mengenalkan buku-buku bacaan yang bagus-bagus pada anak-anak, mengajari mereka bahasa Inggris (TOEFL kakak saya yang tinggi itu mestinya dimulai dari sini 🙂 ), permainan-permainan yang aneh-aneh dan macam-macam lagi hal yang menyenangkan.

Saya hanya bisa ikut menikmati yang menyenangkan-menyenangkan itu waktu liburan sekolah. Main di malam hari, ke pasar malam, mewarnai pola-pola, membuat lingkaran-lingkaran dengan penggaris, mencelup-celupkan kaki di kolam kecil di teras yang suka ada telur kodoknya itu, hanya sebagian kecil dari kesenangan masa itu.

Oke, kembali ke buku cerita. Saya rasa, buku yang terbit pada masa 1980-2000-an, lebih bagus dari yang diterbitkan saat ini. Di Gramedia kemarin, saya nyaris tidak bisa menemukan buku tebal untuk anak-anak seperti yang saya ingin kecuali mungkin Diary Bocah Tengil. Roald Dahl ada, tapi dalam satu paket yang sudah tidak lengkap tapi tidak boleh dibeli satuan (terus kenapa bisa tidak lengkap begitu, Gramedia? Bukunya pada ke mana?).

Padahal masih banyak karya Roald Dahl, Astrid Lindgren, Otfried PreuBler yang belum diterjemahkan (Kangen sekali dengan terjemahannya Agus Setiadi).

Saya jadi berpikir, apakah karena tidak ada lagi yang mau menerjemahkan buku-buku itu? Lalu, bagaimana sih caranya menerjemahkan buku? Apakah perlu izin dari penerbit aslinya?

Masa saya sendiri yang harus menulis buku anak-anak? (Hihihi, ini akhirnya menjadi keinginan saya juga, setelah beberapa hari ini bersama Dina tergila-gila sama ilustrasi buku anak-anak).

edit to add:

Saya baru saja mencari via Google tentang Listiana Srisanti, penerjemah Harry Potter dan hampir semua buku yang selamanya adalah bagian yang memperindah masa kecil saya. I never knew that she had passed away on June 24, 2010. This is a big loss for me. I always, always, and always adored her works. Harry Potter wouldn’t be the same without her.

Dear Listiana Srisanti, thank you so much for all beautiful words you had brought into our life, as children and even now when we are older. In those books you live forever.. :,)