until we meet again

kotak surat. teh hangat di pagi hari. jus markisa. dering telepon. belajar bahasa. email. musik dari media playerku. chasing the rainbow. nama-nama spanyol. pensil biru. dering telepon. mesin faks. printer di ruang sebelah. pot bunga matahari. jendelaku. laci-laci. sajadah. Al Qur’an. matahari terbenam, dan lampu-lampu yang mulai dinyalakan. lift. kilauan lampu dari lantai sembilan. kue-kue. bakpia coklat paling lezat. es krim. menara di utara. pertanyaan, dan jawaban yang selalu sama..

lalu,

penunjuk arah berwarna hijau-putih. ranting-ranting pohon. kucing di dekat loket. zebracross. mobil-mobil yang melintas. bus yang kosong. tempat duduk di sudut. bulan purnama dari balik jendela. deretan pohon mahoni. air mancur. bunga-bunga berwarna merah muda. bayangan masjid di atas air. suara adzan saat ramadhan.

bulan sabit di atas gedung-gedung tinggi. langit senja merah muda. suara serangga. padang rumput yang tersisa. bunga putih di atas pagar.

dan akhirnya, rumah.

I have experienced everything. I’ve felt it all. And I am happy to. I hope we can still meet again someday (:

Dear Allah, I deeply thank You.


Advertisements

18 thoughts on “until we meet again

  1. ah…. saya PERTAMAX kali ini…
    senangnya diriku… dimana saya masih berkutat dengan segala aktifitas yang monoton. dan paling saya kurang suka adalah mengangkat telepon dan mendengar pertanyaan “kantornya dimana sih Pak?” yang kemudian saya susul dengan jawaban yang selalu sama.

  2. lho koh udin jadi mesin penjawab telpon otomatis toh? hihihihi…..
    begini aja koh, itu jingle pajak, diganti aja sama rekaman suara penjelasan mengenai letak kantor anda

    kembali ke topik,
    selamat berjuang, selamat menemukan suasana baru ya bu
    eh msh tetep ngeblog kan yah?

  3. met kuliah lagi, Hun… semoga lebih menyenangkan dari kuliah sebelumnya, hehe *ditimpuk Rou*

    dinikmati dinikmati 🙂

    minggu ini main lagi, asiiik…

    *komenku suwe” ncen ra mutu tenan*

  4. koh udin:
    amin.. makasih, koh, buat do’anya.. (:
    iya ya, senasib lah kita ni..
    sudah jadi macam jukebox saja hehehe

    pak heri:
    ide bagus, pak, hehehe..
    makasih ya pak.. iya Insya Allah tetep nulis, I love it too much to leave it behind 😉

    pak flow:
    iya pak, insya Allah ke kampus lagi..
    Colchester? wah, amin :D..
    (tapi kayaknya pak flo duluan nih yang going abroad, hehehe)

    dyra:
    amin, amin.. thanks hun..
    iya, kita pindah nih daerah jajahannya, dan di Bintaro itu banyaaak banget tempat yang menarik (mau kuliah apa main sih, hehehe 😛 )

  5. salam buat kambing-kambing kampus ya
    bilang jgn suka masuk kelas, inget Idul Adha sudah dekat, banyak-banyaklah beramal sebelum dikorbankan, hihihihihi…..

  6. maiiin donk… aku udah sabar wat ke bakoel kopi ituh, hehehe. bener” ngajakin ga bener.

    aku jadi kepikiran, adikku kalo kebanyakan diajakin main jadi kayak apa ntar ya? hihihi

    kuliah kuliah, aza aza fighting!

  7. pak heri:

    hihi, jadi inget SD-nya Ikal..
    wah iya, sebentar lagi Idul Adha ya..
    Ayo.. Lebaran di kampus.. 😀

    Dyra:

    me too.. sebenernya yang kumaksud ya ke sana, dy, hehehe
    at least earl grey-nya enak 🙂
    hihi, kuliah, kuliah, jangan main terus *halah 😛 *

  8. Dan Pia Apple Pie. Dan kedai kopi itu. Dan yoghurt di Sektor Sembilan. Dan toko buku. Dan..

    😳 ah.. Euforia, maafkan..

    Chang’e, pikirkan juga dong matriksnya.. *doenk*

    di manapun itu, Diah, we’d be glad to see you 😀

  9. berhenti sejenak dari rutinitas itu mungkin baik chang’e.. seperti mengisi baterei lagi..hehehe.. met kuliah yaaa.
    ngeblog tetap yaaaa.. 🙂

  10. Bener kata Ria, tiap tulisan di blog ini memang wonderful dan beautiful! Bahkan postingan yg ini sukses membawaku berkelana ke negeri dongeng. Sulit dipercaya bahwa kota yg diceritakan di sini adalah Jakarta, yg seringkali membuatku muak dg kemodernannya, lelah dg hiruk-pikuknya, kalut dg kesemrawutannya… Chang’e, seindah itukah Jakarta kita?

  11. Pak Flow:
    Amin.. Makasih banyak doanya, Cikgu ^^
    Pak Flow juga, sukses ya Pak.. (salah satunya, semoga jadi ke Belitong naik kapal Phinisi ya.. 😀 )

    Mbak Edo:
    Yes, Miss.. This place is beautiful. I could be just being melancholic, but I can say it is true 😉 .

    Ah, Mbak Edo & Mbak Ria, you made blush 😳 But I’m so happy that you like my writings ^_^

    massive Thanks..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s