Oleh-oleh dari Salem

G_008

Been spending the morning reading and talking on the phone and blogwalking, I found a nice article about Salem. Yes, that Salem, the one famous for its witch-trial.

This city has a mascot, which is also used for its schools and even its police cars. The mascot, in simpler words, can be found everywhere. And it is–guess what–a silhouette of a witch riding a broom in fullmoon night.

Now here’s the interesting part. Why are witches always associated with broomstick?

Begini ceritanya.. Zaman dahulu, ada wanita” yg membuat sendiri ramuan” untuk mengobati keluarga mereka yang sakit. Nah, mereka malah dianggap sebagai penyihir. Padahal, alasan utamanya adalah mahalnya harga obat-obatan.

Mungkin, untuk alasan penghematan dan kemudahan* plus mengikuti anjuran Pemerintah tentang Toga**, mereka menanam tanaman obat di kebun mereka sendiri. Sepertinya mereka juga tahu tentang humus yg menyuburkan tanah (atau jangan” teknologi kompos juga ya?), karena mereka sering ditemukan sedang menyapu sampah*** dan menumpuknya di atas persemaian atau tanah di mana mereka menanam tanaman obat.

Nah, selain itu, mereka percaya bahwa jika mereka melompati tanaman mereka dengan membawa sapu atau dengan menaiki sapu saat bulan purnama, tanaman mereka akan tumbuh lebih cepat (Baka mitai ja nai.. ^^; )..

Sekarang coba bayangkan, orang yang lewat di dekat kebun, dengan penerangan sinar bulan saja, apalagi ditambah penglihatan yang payah karena pengaruh alkohol, melihat semua itu tentunya akan mengira dirinya melihat seorang penyihir terbang dengan sapu di atas deretan semak rosemary..

Aneh-aneh, memang, kisah orang zaman dulu ) Ah, saya jadi pingin jalan-jalan ke Salem. Kayaknya saya bakalan senang tinggal di kota, dan sekolah di tempat yang logonya penyihir naik sapu terbang :p

cerita lengkap bisa dibaca di butterflybites.blogspot.com ;)

~*~

  • ngga semua tanaman obat bisa ditemukan di tepi hutan, kan? Kadang kau harus mencari daun apalah itu namanya di puncak-puncak bukit..
  • * tanaman obat keluarga 😛
  • ** which should be fallen leaves and domestic, organic waste. Zaman dulu gitu loh 😛

Thanks to:

webjong.com and holydee.vox.com for the image

Advertisements

7 thoughts on “Oleh-oleh dari Salem

  1. wah, dipindah kesini akhirnya 🙂

    tapi beneran, setuju sama mas jogja, postingan ini informatif sekalih *ciriciri orang malas googling, sayahnya lho! bukan mas jogja -halah, dijelasin-* 😎

    selamat berawal pekan, jeng chang’e 😉

    makasih, jeng eva.. Alhamdulillah kalau ada manfaatnya postingan ini.. ^^

  2. oooo…salem, kalo denger kata salem malah yang keinget pertama kali adalah ikan.

    hehehe.. kata mbak holy, kaya omega 3 tuh, dan bagus buat tekanan darah rendah…
    eh, salem atau salmon ya? atau salem dan salmon itu sama, ya pak?

  3. and here are the previous commentaires for this post

    1 chang’e

    Hahahaha.. Salah postiiing… 😆

    gara” nulisnya di hape dengan tulisan segede semut, jadinya malah bikin page baru..

    Ya wis, lah. Nanti kl sempat dipindah 😛
    At least, thank God tulisannya ngga ilang coz nulisnya susyah hehehe

    Chang’e.. Chang’e.. *lolz*


    2 rhee-chan

    salah posting? mau dipost dimana? soalnya blog chang’e banyak sekali..hehhe 🙂
    btw, cerita yang menarik.. salem? dimana itu?

    3 dyra

    hihi, udah lewat pertamax nya deh.
    Gpp kok, Hun.. Besok dipindah deh, tapi komennya ilang, haha.
    Can’t wait the meeting! *meeting opo jal? 😆

    4 holydee

    salem itu bukannya di daerah amrik sono yang dulu terjadi pembantaian besar2an terhadap penyihir ato yang dikira penyihir bukan sih??

    5 chang’e

    Iya, Salem yang itu 😉 yang di Amerika sana..

    Hihi, harusnya diposting setelah Eternally..

    Gpp, nanti komennya juga dipindah. Sayang kalo sampe ilang..


    9 eva

    hehehehe.. begitu yah sejarahnya, bikin senyumsenyum sahajah.. *manggutmanggut* 🙂

    Glad that it made you smile, Jeng Eva 😉

    10 masjogja

    Haha. Chang’e salah posting toh.. Saya tadi jg sempat bingung bacanya, kok ada halaman baru. huihihi.

    Tentang Salem, saya cuma tau rajanya (yang di buku The Alchemist), Melchizedek. Entah benar, entah tidak. Jadi, informasi di posting ini berguna bangeet. Trims-trims, Bu 🙂

    Sama-sama, Pak 🙂 .. Wah saya belum baca the alchemist.. baguskah?

    11 flowflow

    oh jadi gitu toh critanya…baru tau…

    eh ngomong2 soal salem, kok kayak nama grup band malaysia ya?
    hehehe nggak ya?

    maksudnya Slam ya Pak Flow? ^^ Iyah, mirip deh, hehehe

  4. adduh… kirain Salam, daerah perbatasan Magelang jogja..
    jadi saya berharap dapet Salak pondoh.. hahahahaha…

    lho, kan Koh Udin yang barusan dari sana 😀 ?
    Hayo, mana Koh, salaknya..?
    hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s