Sepuluh Poin untuk Mel

1. Aku nggak selalu bisa mengungkapkan perasaanku dan kadang apa yg kutunjukkan adalah kebalikan apa yang kurasakan.

2. Aku cenderung menghindari konflik dengan orang” yang kusayangi kuhormati. Ini ngga selalu oke! Mungkin aku harus belajar berkonflik, hahaha.. (duh, kayak hidupku perlu tambahan konflik aja)

3. Kecuali konflik itu menyangkut hal” mendasar atau sesuatu yg kuyakini betul kebenarannya. Dan anehnya, ini ngga berlaku untuk keluargaku. Mungkin aku suka kangen dimarahi (karena pasti ada peluk” dan nasihat sesudahnya πŸ˜› )

4. Aku ngga berani naik motor gara” suatu kecelakaan waktu kecil. Tapi, terinspirasi Dyra dan karena sudah bosan merepotkan teman”, liburan kemarin aku belajar naik motor dan langsung bisa πŸ˜€ !! Ah, senangnya! Kenapa ngga dari dulu” aku coba ya?

5. Dan itu menunjukkan bahwa aku gampang trauma (Aaargh!! Hate this so..! πŸ‘Ώ )

6. Aku ngga mau bilang ‘love you’ sama cowok dan ngga suka pula mendengarnya (dalam bahasa apapun!). I think it’s fake dan ngga tahu kenapa aku suka berjengit mendengar orang mengatakannya (sekarang aja aku mual 😦 ). Tapi kalau tulisan sih beda. Dan kalau untuk orang banyak, juga dimaafkan.

7. Kadang aku terlalu serius menanggapi apapun. Harus belajar nyantai dan menurunkan standar.

8. Aku lebih senang tidak punya ekspektasi apa-apa.

9. Aku emosian! Apalagi kalau ada di ruangan yang ngga rapi, atau aku sendirian dan pekerjaan banyak dan semua orang bertanya dan tekanan darahku rendah. Nah, sempurna πŸ˜€ !

10. Meskipun kelihatannya seperti itu, masalahku bukan cuma tentang cinta *cubit-cubit anak” yang suka bilang gitu* Tapi kalau memang itu yang kelihatan, berarti aku harus bersyukur karena masalahku ngga berat sama sekali.
Dan oh ya, aku cinta banget sama yang namanya denial, hahaha πŸ˜€ Soalnya selalu bisa jadi bahan tulisan yang bagus..

Ya Allah semoga teman-temanku ini masih mau menjadi temanku setelah membaca ini.. Amin..

Advertisements

33 thoughts on “Sepuluh Poin untuk Mel

  1. Iya setuju..
    Awalnya bingung, tapi setelah ditulis, ternyata masih ada banyak hal yang perlu dituliskan ya.. To avoid misunderstanding, misperception, misreading πŸ™‚
    Thanks ya Mel.. (btw ini ngga bisa kuterusin ke 10 orang karena kayaknya semua dah kena tag dari Dyra, haha..)

  2. *timpuks*
    sayang sekali saya nggak bisa men-tag dirimu (mau revenge ceritanya πŸ˜› )

    baiklah!! Tag ini saya teruskan saja ke:
    1. Mbak Vien
    2. Lintang
    3. Ambu Dian
    4. Rhee chan
    5. Rein

    Selamat mengerjakan, semuanya.. πŸ˜€

  3. Waaah, dapat pr dari chang’e.. hehehe.. saya agak susah menuliskan hal beginian, walau dengan sendirinya dan begitu mudahnya orang bisa membaca saya, hanya dari beberapa perkenalan mungkin.. .
    pe-er nya gak ada deadline khan? πŸ˜‰

  4. oh ya chang’e, apa artinya atau minimal bacaan dari tulisan jepang di bawah ARAIAN diatas? aduuh.. jadi ingat dulu gila jepang banget, eh malah terdampar disini..

  5. gembul says:

    wah cang, teneh kowe saben dino emosian… la tiap kali ke kosanmu mesti kamarmu dalam keadaan seperti kapal habis kena sunami…

  6. Mbak Ria:
    hehe, ngga kok, ngga ada deadline-nya πŸ˜‰ *memahami susahnya, hehehe..*

    oh, yang di atas itu ya.. *ambil catetan dulu πŸ˜› *
    “Guuzen jya nai futari deaeta nowa, zutto mae kara kawaranai unmei.
    It was no coincidence that we met, for it’s a destiny unchanged since long ago..”

    Dina:
    Ngga lucky dirimu.. Kalo dateng selalu pas kamarnya belum diberesin, hehehe πŸ˜€

  7. aku kok baru liat? Haha. Iyo ik, smua aku kasih tag. Ntr daripada iri”an *kabur*

    nomor 7 itu juga aku banget!! tapi mgk agak beda ya. Soalnya aku orangnya terlalu mikir dan ga bs dibecandain, parah.

    nomnr 10, becandain Rou lagi yuuk teman”, hahaha

    nomor 6, sempat ky gt tp kalo bilangnya ke temen dan yg bilang temen mah beda.
    terkadang sampe skr jg masih menganggap kata” cowo itu fake smua, haha *lebay*

    iki malah gawe blog dhewe, maaf 😳

  8. poin 1-2-3 saling berkaitan, karena salah satu cara mengungkapkan perasaan adalah dengan konflik

    denial, hmmm….spertinya memang salah satu kesukaan perempuan

  9. pinkanabiz:
    saya tag! πŸ˜€
    ah. so it’s normal.
    apa mereka nggak merasa lelah? πŸ™‚
    retoris.. πŸ˜›

    pak flow:
    hayo dibikin pe-ernya!
    *sok galak*
    πŸ˜›

    dyra:
    hahaha, masa sih, bukannya dirimu tuh paling nggak men-deny apapun ya? πŸ™„ *mikir*

  10. walah, teratai toh!! payah iki!!

    hidup padmanaba!! hayyah

    chang’e… aku itu sering bgt deny things ya… sekaranga aja mungkin lagi agak normal, haha. opo malah nek akeh men-deny itu yang normal?

  11. hehe, tapi sebenernya teratai sama seroja itu beda..

    hwehehe, ini malah jadi inget sma. Kalau ada satu aja orang di lapangan yang ber-“bhakti vidya ksathrya tama,” orang yang ada di sekitar lapangan pasti langsung ambil posisi siap untuk ikut ber-ikrar.

    Sebegitu cintanya kita (dulu) sama Padmanaba, ya πŸ™‚ Keren..

    Pasti ada apa-apa di dalam air kolam teratai itu!

    Haha, aduh Teh, jangan tanyakan soal denial padaku.. Nggak ngerti.. πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s