di ujung jalan itu…

Bismillaahirrahmaanirahiim…
25 Aug 2007

Diskusi: Bila Laskar Pelangi Difilmkan
With Andrea Hirata, Riri Riza, Mira Lesmana, Salman Aristo
Omah Sendok, 25 Agustus 2007, 08.00 p.m.

Sekitar jam tujuh sampai di Omah Sendok, aku dan Deedee bingung, betul nggak sih acaranya diadain malam ini? Soalnya keadaan tuh sepi, sepertinya nggak akan ada sesuatu yang spesial di sana. Tiba-tiba, kilatan lampu blitz terlihat dari ruangan sebelah. Tapi, kita masih sempat lihat-lihat koleksi buku yang ada di sana, juga baju-baju di butik kecil yang juga jadi bagian nggak terpisahkan dari kafe ini. Sebetulnya, lebih tepat disebut mengobrak-abrik isi butik itu daripada sekedar melihat-lihat. Nggak tahu kenapa, sepertinya sejak peristiwa skirt jeans mini Nevada yang kami jadikan traveling pants beberapa minggu lalu, aku dan Deedee jadi terobsesi sama rok jeans ^ ^0

***
“Bee, you don’t get the conversation, but you get the place, the aura…”

Itu kalimat pertama yang diucapkan Dee setelah kami mengambil tempat duduk di halaman belakang kafe. Kalimat itu betul banget, mengingat aku sama sekali belum pernah sekalipun membaca Laskar Pelangi, dan baru mendengar nama Andrea Hirata beberapa jam sebelum aku duduk di kursiku, menulis catatan ini. No complaint, anyway, karena seperti apa yang Deedee bilang, I get the place, the aura. It’s beautiful. Everything that I’ve always been dreaming of:

1. Ada jalan kecil yang di tengahnya ditumbuhi sejenis lily tanpa bunga, yang ternyata mengarah ke
2. halaman belakang yang dipenuhi pohon dengan lampu-lampu kecil yang berkelip-kelip seperti cahaya peri, obor-obor kecil tinggi yang menguarkan asap kehitaman, lampu-lampu oranye lembut di sepanjang tepian jalan, tersembunyi di antara rerumputan, dan LAMPION yang tergantung pada cabang-cabang rendah pohon, cahayanya kuning lembut, seperti bulan purnama yang bergoyang-goyang di antara dedaunan dihembus angin musim panas
3. deretan kursi dan meja panjang bertaplak putih yang sarat dengan hidangan yang lezat, cangkir-cangkir kopi dan teh, serta piring-piring berisi kue-kue mungil beraneka warna
4. musik akustik yang dibawakan band beranggotakan tiga orang, dengan biola yang mendayu-dayu
5. gemericik air yang memanjakan pendengaran, sementara lilin-lilin kecil mengapung di permukaan air yang berkilauan…

Terdengar familiar, kan  🙂 Yup, aku sendiri yang menulis semua itu beberapa tahun silam sedikit merasa aneh bahwa semua itu betul-betul dihadirkan ke hadapanku pada suatu malam di awal bulan Agustus yang aneh. Tapi sama sekali aku tidak ingat untuk melihat ke atas dan mencari kilauan Skorpius di luar sana…

Oke, cukup. Saatnya kembali ke dunia nyata. Lucu rasanya menulis semua ini di sini, sekarang, sementara sahabatku sudah mengobrol asyik dengan ibu-ibu yang duduk di sampingnya tentang kejadian-kejadian lucu yang ada di dalam novel dan tokoh-tokoh yang kudengar namanya pun belum pernah. Aku hanya tersenyum dan mengangguk (I don’t get anything, seriously!) ketika mereka mulai mengkasting sendiri artis mana yang cocok memerankan siapa ^ ^0. They seem to be so… in love with Andrea, the author. It’s so funny ^_^

Ah, akhirnya mereka tiba juga. Mira Lesmana, Riri Riza, and of course, Andrea Hirata (“Itu lho, Si Gendut…” kata Ibu yang duduk di dekat Deedee tadi ^ ^; )

Kemudian moderator membuka acara, dan Bapak Dien Syamsudin menyampaikan kata-kata pembukaan… I don’t get the story, but I feel the soul when Pak Dien said, “kalau seluruh anak Muhammadiyah menonton film ini maka…” because I remember my cousin, who’s always concerned with anything related with his organization, and my brother and his unique friends who has just graduated from sekolah Muhammadiyah.

Deedee sudah maju ke dekat Andrea untuk mendapatkan foto terbaiknya. Ibu-ibu di samping Deedee dan kedua anak laki-laki mereka sepertinya pergi mengambil kopi. Tiba-tiba saja seorang bapak-bapak duduk di kursi di samping Diah. I tried to tell him that the chair had been occupied, but he didn’t really listen. Mempertahankan kursi itu tidak mudah, I’m too soft for things like that 😦

The power of dreams, that’s what it’s all about.
Itu yang dikatakan Riri Riza dan Andrea Hirata—yang ternyata sangat lembut dan logatnya oke.

Work hard, play hard, good commitment!
Sepertinya kalimat ini selalu diucapkan oleh orang-orang berhasil yang kutemui. Persis sama dengan apa yang dikatakan salah satu dosenku waktu prajab kemarin. Personally I think this is a kind of thing Pak Wawan will say 🙂

So, turning a book into movie is never easy. The fans could be (or, in fact, ALWAYS be?) the one who against it most. Setuju. Buku dan film Harry Potter adalah dua hal berbeda, dua dunia yang berbeda. Mereka hanya saling berpotongan, tapi sebenarnya terpisah. Dan Lupinku jelas BUKAN Lupin yang ada di film. 😀

Now, Mira Lesmana is going to Thamrin, for a festival held by young Indonesian animators who haven’t got enough supports for what they’re struggling for.

Coffee’s getting cold.
Awh.

OH MY GOD!
There’s a RAT here!
(Tikus itu merayap keluar dari deretan semak di tepi kolam, menyelinap di rerumputan, berlari kecil dan berhenti persis di deretan kursi di sampingku yang ditinggalkan pemilik sebelumnya, membuat bapak-bapak yang duduk di kursi itu dan dua orang wanita muda di sebelahnya memekik kaget.)

I told them, don’t sit there!
It’s the curse! The chairs have been jinxed!
The women are witches!
Ha-ha-ha :DD !
(Bee, being so wicked)

***
“Kenapa saya menulis sastra, saya kan pegawai Telkom?”
Hahaha, ini menarik. Sangat menarik, tentunya, bagiku dan Deedee, yang pegawai negeri biasa 

Dan fakta yang menarik, bahwa pembaca buku lebih sentimentil daripada penonton film. Di Bandung, waktu ibu-ibu peserta diskusi ditanya, “Gimana kalau Laskar Pelangi difilmkan?”, mereka serentak menjawab, “Nggak setujuuu…!!”
Dan kata Riri Riza, “Itu di depan saya, lho, di depan saya.. ^ ^;”

Hekekek…

Aku suka kalimat ini:
“If the movie is exactly the same as the book, so what’s the point of making a movie?”

Dan Andrea Hirata adalah penderita insomnia.
Aw, that’s….
Yeah, archetypal.
Typical.

(Maksudku, Dee Honey, orang yang insomnia itu biasanya kalau menulis, tulisannya keren…
Well, berdasarkan pengalaman sih begitu…)

Harapan Andrea?
Setelah menonton film ini, orang-orang bukan memberikan sumbangan ke daerah miskin, bukan itu, tetapi melihat kekuatan di dalam diri masing-masing. Ini bukan cerita tentang anak-anak miskin yang bersekolah di sekolah miskin dan diasuh oleh seorang guru yang miskin pula. Ini adalah kisah tentang orang-orang kuat dan perjuangan mereka…

Oh, my grandma’s calling.
…. The coffee’s addictive.

***
Tidak lama kemudian, diskusi diakhiri. Lampion-lampion masih bersinar lembut, bergoyang perlahan dihembus angin akhir Agustus, sementara petikan gitar dan gesekan biola memenuhi udara…

Now is not the time to weep,
girl,
don’t you believe in love…
don’t you believe in love…

backstage:
Andrea Hirata nggak percaya aku dan Deedee sudah bekerja.
He thought we were still in junior high.
Ini menyenangkan ^ ^p.

diambil dari catatan saya selama acara berlangsung (nggak sopan banget ya saya, malah nulis-nulis ini 😛 ..), sebagai permintaan maaf karena hari ini sudah membawa aura yang sedih *ditimpuks* hehehe

hope y’all enjoy the story. I mean, the random thoughts. 😛

Nymphae caerulea (Seroja biru; tunjung biru; the blue waterlily; blue lotus; egyptian lotus; Sacred Narcotic Lily of the Nile):
Jenis lotus air berwarna biru nan cantik. Dipercaya telah digunakan oleh bangsa Mesir Kuno sebagai obat dan pelengkap ritual…
[Laskar Pelangi, Glosarium, halaman 504]

Advertisements

27 thoughts on “di ujung jalan itu…

  1. Boni…..
    inilah yg membuat saya selalu mengunjungi halaman ini setiap hari. tulisan-tulisan boni, punya karakter tersendiri dan saya suka sekali gaya penceritaanya..
    apalagi kalo udah menyangkut cerita dengan topik2 seperti diatas.. suka sekali membaca berulang-ulang. kok bisa ya boni merangkai kalimat2 itu.. dapat mendeskripsikan sesuatu dengan cara yang asyik..
    saya suka..saya suka..saya suka…

    Btw. beruntung sekali ya udah ketemu andrea dan dibilang anak smp, pasti imut2 sekali bonita ini..

  2. btw lagi soal judul, jadi ingat lagu lama kahitna :

    ” diujung jalan itu setahun kemarin, ku bertemu.. cinta pertama hilang tak bertepi dianganku……..”

  3. diah says:

    what took you so long to post this? 😀

    rasanya baru seperti kemarin ya.. menyenangkan sekali bisa mengobrol dengannya seperti itu 🙂

    tentang kata-katanya itu, belakangan kita sadar kalau dia hanya menggombal, hahahaha.. gombalan yang akademis *^_^* tapi kita suka, hihihi…

  4. gua sendiri baru baca laskar pelangi setelah edisi hard covernya diterbitkan karena saya adalah orang yang akan membeli buku jika kualitas cetakan bagus (i preffered hard cover). dan bab-bab pertama terasa begitu nyata, terutama cerita dimana anak-anak dan orang tua menanti hari pertama masuk sekolah. namun setelah itu bab-bab hanya diisi fikiran orang dewasa yang kurang tidur. Gua mengharapkan apa yang keluar dari kepala tokoh utama adalah pemikiran anak kecil sesuai dengan usianya. but i didnt find it at the next chapters. sayang.

  5. fikri says:

    waaaa keren banget. deskripsi yang sangat cerah dah riang.. hehehe.. bener-bener penggemar laskar pelangi ya..

    but.. junior high???? ya.. brarti dirimu tidak berubah sejak dahulu kala ya.. hehehe..

  6. ngomongngomong tentang laskar pelangi, saya belum baca, namun entah mengapa saya kurang tertarik..
    tidak seperti biasa saya seperti ini, biasanya saya langsung baca buku buku recomend temen. namun entah mengapa kok kali ini beda.

  7. dyra says:

    well well well… look at you now and the obsess, haha
    *maaf saya kembali lagi*

    kapan ke Omah Sendok lagi? saya tetep mau loh, even kemarin kalian bertemu tikus, hihihi

    wat bapak penulis komen terakhir, saya juga baca aja kok. blom sampe beli. gataw kenapa.

    besok harus beli, soalnya orang rumah nanyain. dan saya pikir beli buku” ini ga akan rugi. baca ya, Pak… 🙂

  8. saya baca laskar pelangi gara2 diteror genyul awalnya…
    tadinya tak tertarik tapi bee dan na ikut2an menteror ya akhirnya baca juga..
    kok setelah dibaca CIN CIN CINTA!!!!!!!!!!!! (cinta karo sopo ki maksud.e? orangnya pa bukunya huahahaha )

  9. @ rhee chan:
    😳 you made me blush…
    makasih ya 😉
    iya, memang diambil dari judul lagu yang sama. Kebetulan kafe itu terletak di ujung jalan tempat saya tinggal sekarang ^_^

    btw, I’m not cute, but Diah, yes she is 😛

    @ diah:
    hihi, iya, kita memang suka yang akademis begitu *halah*
    he’s a nice person, really, that Andrea..

    @ amus ssi:
    sudah baca Totto chan belum, Pak? Highly recommended kl ingin membaca buku tentang kehidupan anak-anak, dari sudut pandang anak-anak 🙂
    uhm.. bukankah buku tentang anak-anak yang ditulis dari sudut pandang orang dewasa itu lebih sedikit jumlahnya, ya? Selain LP, mungkin Little Prince (that’s surely not a book for children because it’s way too philosophical..) CMIIW..

    @ fikri:
    hehe, terima kasih banyak.. ^^
    Hmm.. of course I have changed a lot from my junior-high self, Fikri, Andrea cuma beramah-tamah saja kok waktu itu 😉

    @ udin:
    baca SP sama Edensor dulu aja 🙂 ngga akan nyesel deh..

    @ dyra:
    😳 biasa aja kok dyra..
    makasih ya ^^
    eh iya, kita belum sempat ke omah sendok ya, kapan-kapan yuk 😉

    @ holy:
    dan dia mendeny habis-habisan bahwa setiap kalimat dalam buku itu memukaunya 😆

  10. m.s. says:

    hari ini rencananya mo ke omah sendok lho bee.. hihihi..

    and holy, *melirik tajam* kau bisa mendeny kau menyukai si kawul itu, tapi kau tidak bisa mendeny kalau kau cinta pada kawul yang satu lagi.

    p udin, saya jg blm baca, dan smp saat ini jg blm tertarik sm LP.. (terlalu banyak yg baca sih, jd mls bacanya)
    salam kenal, eniwei 🙂

  11. Thanks infonya Mbak ^^
    Iya oke juga situs itu 🙂
    25 September.. Mepet ya sama mudik 😛
    Tayang di seluruh Indonesia ngga ya Mbak, kalo iya, nonton di Jogja aja ah 🙂

  12. @hehehe.. pak afri… klo ambassador biasanya ambass
    adalagi nih.
    citos : cilandak town square
    detos : depok town square
    plangi : plasa semanggi
    klo cibubur junction apa hayo?
    apakah BUJANG [bu-junc]
    hehehehe…

    @ m.s. salam kenal juga… hehehe..
    m.s. ki sopo tho.. hehe.. link nya mana?
    hihihi……

    @ boni : ntar deh pak klo tumpukan buku diatas lemari itu dah mampir di kasur dan akhirnya pindah ke rak. hehehe

    @ dyra : hehehe.. udah punya sih yg versi *pdf nya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s