La Lluvia. The changing of heart.

Saat semua orang menghilang dan yang tertinggal hanyalah aku dan sekotak susu vanila dingin,

sementara hembusan angin yang bahkan tak nyata itu mulai membekukan semuanya.

Sedang berusaha mengikhlaskan, sesuatu yang tak pernah mudah.

Saya, dan emosi saya yang meledak-ledak.

Saya, dan harapan-harapan saya.

Dear Lord, hear my plea…

I’m sorry..

***

second part,

ditulis dalam perjalanan pulang,

Parece que la lluvia no pararía, pero esto pasó en un instante.

Musee2


Foto diambil saat jeda sejenak antara menyeberang jalan di depan museum dan harus berlari ke depan loket karena, secara menakjubkan, out of the blue, bus besar merah-oranye itu sudah menunggu di sisi lain jalan. Siap berangkat, embun beku di semua sisi jendelanya, dan kosong.

Meski tergesa, meski gaun dan sepatuku sudah basah, entah mengapa, aku ingin berhenti sejenak dan mengabadikan sore ini.

Sesaat setelah hujan turun, saat lampu-lampu mulai dinyalakan, entah mengapa kota ini selalu menjadi sedikit lebih ramah. Sidewalk, jembatan, pohon-pohon besar di tepi sungai dengan ranting-ranting panjangnya yang menyentuh permukaan air… Aku bahkan bisa melihat senyum di bawah payung-payung yang terkembang itu.

Mungkin… hanya mungkin, aku mulai mencintai hujan.

Atau setidaknya, hujan, saat ia berakhir. Saat yang tersisa adalah titik-titik yang jatuh di wajahmu ketika angin menggerakkan cabang-cabang pohon.

Hari ini sangat dingin, dan aku lupa membawa jaketku.

Still, I think it’s a beautiful day.

Advertisements

13 thoughts on “La Lluvia. The changing of heart.

  1. m.s says:

    aaah..dapat dr mana, sekotak susu vanila dinginnya???
    maw maw maw,,, *kaki depan diangkat, smbl melet2, ekor dikibas2kan*

  2. diah says:

    tadi kabur bentar ke jacc. nyari tempat kita waktu itu beli baju ga ketemu ya… hari minggu ke sana lagi bminat ga? 😀

  3. apa yang berubah dari isi hati? halah

    kemarin mati internet. tapi aku juga lagi mumet… ujian selalu mebuatku seperti ini 😦

    semoga hari ini menyenangkan juga ya… 🙂

  4. @ udin: thanks ya 🙂 Ini smua orang pada DL kemarin, sepi banget huhuhu

    @ ms: dari orang yang masak sup jagung pagi-pagi.

    @ diah: maumaumau 🙂

    @ dyra: moodnya, honey.. paginya kan bad mood banget, tapi sorenya better 🙂
    Ah! Dirimu lagi ujian, ya? Pantas saja invisible. Kangen euy 😛
    Ah.. Nanti saya juga mengalami yang seperti itu ya.. T T
    Tapi gpp d, gpp.. demi east saxon *haiyah!* :mrgreen:
    Have a nice day too, and good luck for the exam. xoxox

  5. sepintas liat fotonya serasa liat foto bangunan di luar negeri, untung ngliat angka 63 merah putih itu, dan untung lagi baca paragraf di bawahnya, hehehehe…..

  6. dinagembul says:

    fotonya asiiiiik………
    bukannya kamu memang love ‘rein’ sejak dulu…. he10000000x………

    mmg hujan itu bikin hati ikut adem. tapi hujan kemaren bikin aku jam 10malem baru sampe rumah dengan celana jeans berlumpur gara2 cengkareng banjir -_-…

  7. @ heri ssi:
    Mungkin karena arsitekturnya ya ^^

    @ dina:
    ^^ makasih…
    Love ‘rein’ dari dulu? *cubit-cubit pipi dinagembulreinarkhanov*
    Dasar anak ini ^^;
    Untung jinsmu bukan Traveling Pants, soalnya Traveling Pants ngga boleh dicuci iya kan 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s