ERASING FOOTPRINTS IN MY HEART

Sabtu sore,  adik cowok saya yang kadang nggak keren itu membuat saya harus memindah semua file dari Dell hitam yang sudah menjadi sahabat saya selama tahun-tahun yang kadang nggak menakjubkan itu. Yang sudah jadi teman belajar yang nggak pernah merepotkan, tempat menyimpan cerita-cerita yang tak pernah dipublikasikan, sampai tempat mencurahkan semua perasaan saya di hari-hari yang labil itu.

Kalau tidak dipaksa seperti itu mungkin saya nggak akan pernah membuka folder-folder itu lagi. Yah, berbagai ekspresi muncul bercampur aduk setiap sebuah file dibuka. Dan mama saya yang sigap itu langsung mewanti-wanti: “Mana foto-foto ******-nya? Jangan dibuang lho, moment-nya itu yang berharga…” Implisit, she told me that suatu saat pasti akan ada masanya kamu ingin membuka lagi kenangan itu. Sepahit apapun.

Tapi mama saya nggak tahu kalau ada puluhan file berakhiran .doc yang HARUS dihapus. Nggak ada kompromi lagi tentang itu, dan kalau saya masih membiarkannya dalam ‘status quo’ (dalam artian nggak tersentuh, nggak dibuka, nggak dihapus, nggak diapa-apakan, hanya teronggok begitu saja) maka itu hanya menunjukkan kelemahan hati saya sendiri. Nggak bisa. Hal seperti ini nggak bisa ditoleransi.

Maka, malam itu saya menikmati membuka file-file itu, membaca paragraf atau kalimat awalnya, ber-yeaaks seperti ini –> 😛 lalu (bagian paling heroiknya) meng-klik pilihan yes ketika muncul pertanyaan are you sure you want to delete this file? (Why on earth not??)

Mantap. Rasanya puas melihat sampah-sampah puitis itu menghilang selama-lamanya dari dunia ini hahaha 😀

Ah, saya dan kebodohan-kebodohan saya.

..

….

…..

Pulang ah. Tak enak rasanya memulai tulisan dengan marah-marah begini (kalau dibandingkan dengan tulisan sahabat-sahabat se-celana perjalanan saya, kok rasanya saya ya, yang paling sering marah-marah dan emo begini? Hahaha….)

Kalau saya tak malas, Insya Allah tulisan tentang pulang ke rumah ini masih ada lanjutannya. Dan nggak semuanya marah-marah seperti ini kok. Saya kan udah bilang, “This time I’ll be sweeter 😉 ”

Thanks to my dear little boy.

Advertisements

11 thoughts on “ERASING FOOTPRINTS IN MY HEART

  1. waduw Jeng…
    saya juga pernah ngapus beberapa file sejenis.
    awalnya susah, namun as time goes by,….
    hehehe…sudah lupa tuuuhhh… hehehehe…
    slamat berjuang !!!!

  2. wah jyiann dinaya …
    ngrusak imajinazie … 😛
    uu app
    u i u a a
    ding deng wa wa kleng kleng

    ekspresiin aja bon, kita kan manusiyaaaa … aku sangat menikmati baca semua tulisanmu koq, en headermu bikin pangling, rasanya lapang dan nyaman, dengan kotak surat kecil warna merah … sedapppp!

  3. emang koq, piye yo, campur aduk rasanya pas membuka semacam “tempat penyimpanan” atau “kotak harta karun” huehehehe …

    sekarang, aku bahkan sudah lupa pernah engga menghapus file2 kayak gitu. kalo ber yeaksss itu sih sering … tapi takcekoki terus heheheeee supaya kulino.

    o iya, pantas saja ga ingat, lha levelku masih pake medium kertas aja bon 😛 blum ngetik2 n nyimpan file2 gitcoue. maklum, ora kulino 😀

  4. ^_^ lega ya rasanya, membuang hal-hal yang menjadi beban

    ahahaha, dinagembul lucu… rok perjalanan masih ada di aku. sapa giliran berikutnya?

  5. menghapus ya?

    kayaknya saya yang paling parah. emang malas bgt sih. jadi banyak banget yang masih disimpan. sering banget bilang, “maaf, aku blom apa-apain folder itu” 😉 *yang sebenernya membuat saya merasa sangat bersalah*

    tapi beberapa waktu kemarin saya apus”in message yang banyak itu dan ternyata… ga ngaruh tuh. saya pikir saya juga ga bakal merindukan dan membacanya lagi, haha

    lah, kok malah ngglandrah tekan ndi”.

    welcome back Hun 🙂

    PS. agak heran dengan tampilan baru serta kehilangan suasana french nya, hahaha

  6. erasing footprints in my heart.. quite cachy title..

    hmm. jadi inget waktu ngapus 2 blog terdahulu.. kadang ada sedikit rasa penyesalan tapi lebih seringnya gak hehe..

    -“how can we be able to walk forward if our mind always wanted to look backward”-

  7. Udin:
    Yea, in the end everything’s just fine. Bahwa manusia dikaruniai kemampuan untuk melupakan, adalah satu hal yang harus disyukuri rupanya 🙂

    Dina:
    😆 wah, dirimu… Lha nek ditulis Traveling Pants yo malah artine beda nek sing maca wong Inggris (just in case 😉 hehehe)
    Yawda, yawda… Di-edit wis, jadi ‘saudari-saudari Ya-ya saya yang lain’ 😀

    Nadya:
    Glad that u like it 🙂 Pic untuk header diambil tanpa izin 😳 lokasi syuting K-drama Full House, sekaligus mon logement ideal… my dream house *lirik Dina, ngarep dibikinin desainnya*

    Nadya (lagi):
    hahaha, hardcopy-nya masih rapi tersimpan di lemari buku, siap dibakar seandainya tidak ada penerbit yang mau menerbitkan dan tak ada yang mau mengangkat ke layar lebar (“Based on TRUE STORY, sir!!”) *haiyah!* 😆

    Tapi helai-helai putih itu selalu lebih romantis ya Nadya.

    Diah:
    Kyaaa!! 😀
    Saya dah lupa kita bener-bener membeli traveling skirt nevada berjumbai-jumbai itu 😀 ! Udah ditambah belum ornamennya?

    Dyra:
    Saya dulu punya kebiasaan mengetik ulang sms-sms itu dengan MS Word… Membuat mual saat membacanya lagi, hahaha 😆 (but I keep those from y’all, girls… selalu bikin semangat).

    Saya juga masih mengalami kesulitan untuk menghapus sms-sms di inbox hp saya… Nggak tahu ya, rasanya sayang. Dan kalo dibaca lagi masih bisa bikin ketawa sih (padahal jarang dibaca lagi…) Apa ini termasuk gejala hoarding ya? ^^;

    Ah, do you miss the French aura?

    Pinkanabiz:
    Thank you 🙂
    Yep, same reason why I kept on changing blogs. *Hope I’ll stick with this one*
    Ah, that’s damn right. And right now I feel like running as fast as I can to whatever awaits me in the future. Or, in other words, something I can call ‘the rain in June’. ^^

  8. aih, welkambek nona! 🙂

    gimana liburannya?
    sibuk menghapus kenangan kah gerangan?
    hehehehehhehe..
    klo kata sahabat diriku, di partisi sajah klo menghapus masih membutuhkan banyak energi dan emosi yang terkuras.. meski kadang lantaran virus tertentu memori yang dipartisi itu sering balik juga ke memori utama tanpa permisi, dan malah menyesakkan jiwa
    *halah, kek ngomongin komputer deuh* 😀

    all in all, you’ve made it already. klo begituh, selamat mengukir kenangan baru! smangaadd! 😉

  9. tengkyu tengkyu 😀

    it was fun.. I had the time of my life hehehe…

    sebenernya ngga ada maksud deal with the past, tapi berkat paksaan adik saya yang manis (euh 😦 ) itu… but in the end I like it, I’m freed ! ^^

    iya ya, partisi. masalahnya, partisi itu biasanya punya semacam mantra pemikat yang membuat jari-jari ini bergerak meraih mouse dan mengklik dua kali dan aarghhh..!!

    😆 nggak separah itu kok sebenernya

    thank you thank you,
    iya, jadi pengen berkata sama diri sendiri: “Chang’e ssi, aza aza, fighting!!!” 😀 Smangaadd!!

  10. Tambahan: saya senang karena kenangan baru yang diukir itu bukan cuma saya yang mengukirnya, tapi semua yang namanya ada di sini juga 🙂

    Deeply thank you, friends… ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s