I MADE IT!!

Ditemani secangkir green tea milk super panas, dan harus menulis cepat.

Beberapa hari ini selalu terpikir gimana caranya berangkat ke kantor dengan biaya semurah mungkin. Dan hari ini saya berhasil, yaaay! Dari rumah sampai kantor, hanya perlu mengeluarkan lima ribu rupiah, itu sudah ditambah pembakaran kalori dalam jumlah banyak dan mendapatkan tempat duduk di bus merah-oranye itu sayang bukan double decker sambil mendengarkan damien rice dan jim james morrison favorit saya πŸ™‚

Tapi sekarang saya harus menulis ini dengan tergesa-gesa karena saya masih harus mengganti t-shirt merah hati kesukaan saya dengan baju yang lebih formal, hehehe. Tapi beneran deh, untuk perjalanan jauh yang sangat potensial untuk membuatmu berkeringat, t-shirt yang menyerap betul-betul nyaman. Tapi nggak dengan sepatu fantovel coklat berujung runcing itu 😦 . Haha, salah saya sendiri, kok, yang meninggalkan sepatu saya yang lain, yang buruk rupa tapi lebih bersahabat dengan kesehatan itu di kantor.

Rite then, daripada saya deg-degan terus nulis-nulis ini *jadi banyak typo, lagi ^^;*, sebaiknya saya cepet-cepet ganti baju.

Have a nice day, everyone… πŸ™‚

p.S.

My dear Lord, thank You for a great lesson today: persistence is needed to reach our goals in life, however simple it may beΒ  ^^

Advertisements

12 thoughts on “I MADE IT!!

  1. dyra says:

    saya tiap pagi berangkat naik motor. emang sih, itu menambah polusi udara. tapi kalo naik angkot lamaaaa… mana sekarang mahal pula *lebih murah naik motor pokokna* sedangkan diriku sukanya pergi mepet waktu *akibat kemalasan* hueheheheh

    jadi gimana caranya, Hun?

    btw, met gawe ya… πŸ˜€

  2. Oh iya, nggak detil ya ceritanya. Kebiasaan deh.

    Caranya, jalan dari rumah sampe seberang jalan Tendean *lumayan jauhnya..* terus naik bus sampai Blok M *lama ngetem-nya… euhh* terus turun tangga, beli tiket transjakarta, terus naik tangga lagi, nunggu sebentar… and off I went. Sampe di Harmoni, ganti lagi jurusan Pasar Baru. Sampai di sana, jalan deh sampai kantor.

    Hihi, muter-muter ya. Tapi asyik juga soalnya hemat. Tapi nggak hemat waktu & tenaga πŸ˜›

    Chang’e goes green! *halah!!* πŸ˜€

    Hmm, kalau berani dan bisa naik motor mungkin aku juga sama kaya Dyra, karena lebih praktis ya πŸ™‚

    Met kerja juga, semoga hari ini menyenangkan πŸ˜‰ !

  3. Eh, aku salah sangka, kirain naek sepeda lho.. Ternyata jalan ya, hehehe…

    Agak kaget kalo chang’e ke kantor banyak jalannya, soalnya aku juga gitu.. Mungkin memang bener kita sama-sama INFJ ya, hehehe…

    Kalau aku punya dua rute, jalan lewat belakang makam sampai Jalan Raya Pasar Minggu, trus naek 640

    Yang kedua jalan ke depan makam sampai Jalan Kalibata, naek 57, turun di Pasar Mampang. Sempet belanja pula, hehehe.. Trus sambung jalan lagi sampe belakang kantor.

    Rute kedua lebih jauh sih, tapi lebih menyenangkan ^_^

    Go green!

  4. lah..

    saya malah sekarang W2W.. Walk to Work.. la wong kebon saya cuma sak uncalan cawet dari kosan..

    huahahah..

    total kerusakan:
    transportasi: 0
    konsumsi: bertambah

    hwakakakaka

    myan lah, toh buat ngasih makan cacing perut ini.. heheh

  5. mahadewalife says:

    eits…lha kok setelah liat FSnya…

    ternyata kita masih satu atap!!!
    hihihi…bedanya kamu penempatan di kota besar, saya di kota entah berantah bertuah…hekekekeke

  6. ^^ stan-er also?

    A kind of life like that could be a dream for others, lho ^^

    Memang penempatannya di mana?

    Thanks for reading, mahadewalife ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s