hanya sebuah catatan kecil yang tidak selesai…

Tiba di Stasiun Tugu pada pukul dua pagi itu menyenangkan. Kota ini seakan tak pernah memejamkan mata. Dan di sini aku menemukan ironi. Merasa seperti seorang backpacker yang bingung mencari arah, itu menyenangkan. Tapi yang sangat menyenangkan adalah bahwa kau tidak sendirian saat itu.

Perlahan menutup mata, ruangan yang tak pernah jadi milikku itu selalu mendekapku erat dengan wangi kayu samar-samarnya, membawa kembali kenangan musim panas dua tahun silam itu. Sementara dari mp3 player berwarna biru laut, terdengar samar-samar lagu yang mengingatkanku kepadanya. You’re that boy from Ipanema…

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s