Orang-orang yang hobi membaca biasanya bilang, buku adalah teman yang menyenangkan, harta yang berharga, atau semacamnya itu. Hampir sepanjang hidup dikelilingi oleh orang-orang yang suka membaca, tadinya saya pikir saya juga hobi membaca. Sebetulnya, itu tidak sepenuhnya benar.
Pertama, saya sangat pemilih! Saya bukan tipe orang yang akan membaca semua buku begitu saja. Pilihan saya terbatas, biasanya buku cerita anak-anak, novel remaja, dan (tentu saja) komik. Bagi saya, membaca adalah rekreasi. Sebab itu, saya tidak suka membaca cerita yang terlalu berat atau non fiksi. Tapi, seiring dengan bertambahnya usia, saya tertarik untuk menambah daftar bacaan saya dengan buku-buku nonfiksi, terutama tentang marketing. Bukan karena saya ada di bidang itu, tapi karena menurut saya buku-buku marketing lebih enak dibaca dibanding, misalnya, otomotif atau sejarah (kan membaca = rekreasi, hehehe
)
Kedua, saya tidak telaten untuk membaca yang panjang-panjang, kecuali dalam keadaan fokus 100%. Biasanya artikel di internet hanya saya baca sekilas dengan cepat, kecuali jika artikel itu benar-benar menarik perhatian saya.
Sepertinya, kebiasaan membaca saya harus diubah ya
Kan membaca membuat kita jadi cerdas dan berwawasan.
Oh ya, tentang membaca ini, saya jadi ingat kalau saya punya cerita sedikit.
Waktu saya pindah kos, saya meninggalkan satu kontainer besar berisi buku-buku koleksi saya dan materi-materi kuliah. Sudah lama sekali, mungkin ada satu tahun setengah sejak saya meninggalkan buku-buku itu. Setelah menikah dan pindah rumah, baru kemarin saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke kosan saya yang lama dan mengambil kontainer itu.
Senang sekali rasanya, ibu kos saya masih sama baiknya dengan dahulu. Beliau adalah orang yang bisa membuat kita merasa nyaman berada di rumahnya (Kalau dipikir-pikir lagi, Alhamdulillah ya kos-kosan manapun yang saya tempati waktu kuliah ini menyenangkan semua).
Sesampainya di rumah, membuka kembali isi kontainer itu dan melihat isinya, saya jadi menyadari bahwa buku adalah treasure. Mungkin ini ngga akan kita sadari ketika kita membeli buku baru dan merasa “Yah… kok udah habis, dikit banget sih isinya, mana mahal, lagi..”. Tapi beberapa saat kemudian, buku yang kita pernah punyai pasti akan jadi teman baik. Apalagi di waktu senggang dan kita sendirian dan ngga tahu mau melakukan apa.
Suatu saat, saya ingin punya yang seperti ini:
atau yang seperti ini:
Yang pasti, saya betul-betul ingiiin rak buku warna putih itu ^ ^


gambar yang di atas, aku suka… kursinya tampak nyaman
hihi, iya ya Diah, cozy. Apalagi bantal-bantalnya itu
salam kenal.
makasih atas infonya.
saya suka dengan tulisan anda.
saya tunggu tulisan berikutnya.