Inggris. London. UK. Arai.
Inspirasi. Semuanya tentang inspirasi.
Semuanya bermula dari suatu malam di bulan Agustus yang sejuk itu. Di antara lampion yang berayun-ayun dan cahaya lilin yang mengapung di atas permukaan air, dan sebuah lagu tentang mimpi, kali pertama saya dengar namanya. Ia, sejak saat itu, adalah penulis yang karyanya selalu saya nanti-nanti.
Kemudian pada suatu pagi, pada sebuah percakapan pendek melalui telepon, pertama kalinya saya menyadari hal itu. “He’s an angel,” kata sahabat saya dari ujung saluran. Saya terdiam, memikirkan kalimat pendek itu sementara angan saya memutar kembali chapter-chapter awal di mana ia mulai menyapa dengan sebuah permulaan yang menyentuh.
Arai Ichsanul Mahidin is indeed an angel.
Kemudian sesuatu dalam hidup saya berubah. Semua persoalan mengenai perasaan menepi, yang ada adalah keinginan untuk melakukan sesuatu yang lebih berarti untuk kehidupan saya. Saya ingin melanjutkan pendidikan.
Maka sejak saat itu, setiap kali bus besar berwarna merah-oranye itu melintas di depan bangunan di mana bendera tiga warna itu melambai-lambai dihembus angin sore, di balik kaca besar yang dingin berembun saya akan tersenyum. Tak peduli seberat apapun hari itu dilalui, atau sesedih apapun perasaan mempermainkan saya, saya hanya perlu mengingat bahwa di suatu tempat di luar sana, mungkin di Perancis, dia ada. Dan saya akan merasa jauh lebih baik.
Kemudian pada bulan November itu, satu kali lagi kesempatan untuk bertemu dengan satu-satunya orang yang tahu di mana ia berada. Sang penulis. Semua orang menanyakan keberadaan dirinya. Di mana dia sekarang? Apa yang ia kerjakan?
“Dia ada di Inggris, sedang menyelesaikan S3-nya di bidang Bioteknologi.”
Dan selama berbulan-bulan, saya berpegang pada satu kalimat ini. “Dia di Inggris.”
Dan kebodohan sayalah yang membuat saya terus mencari di mana universitas tempat di mana ia menjalani risetnya itu berada, hanya dengan berbekal sepotong informasi bahwa tempat itu berjarak sejauh satu jam perjalanan dari London. Seharusnya saya mendengarkan baik-baik ketika Hirata ssi menyebutkan nama tempat itu, bukan menjerit-jerit histeris hanya karena namanya disebut. I was so like a high school student, having a secret crush on her senpai ^^;
Sangat menyenangkan, ketika suatu hari beberapa orang sahabatmu yang paling dekat repot-repot mencarikan informasi tentang universitas entah apa itu yang terletak di kota entah apa itu yang diakhiri dengan –chester hanya karena kamu mulai mengeluh bahwa “This curiosity’s killing..”
Ah.. Saya dan obsesibitas saya ^^
Maka saya sangat, sangat bahagia ketika tanpa sengaja menemukan jawaban atas apa yang saya pertanyakan selama itu.
Graduate Administrator
Department of Biological Sciences
University of Essex
Wivenhoe Park
Colchester CO4 3SQ
Mungkin saya hidup dalam angan-angan saja, atau mungkin saya sekedar lari dari kenyataan yang waktu itu sedikit menyesakkan. Tetapi apapun alasan saat itu, buku bersampul biru itu telah menjadi tempat berlari, yang entah bagaimana, membuat saya lebih kuat. Maybe he is really an angel. Dan Allah mengirimkan malaikat itu dalam wujud kata-kata dan kalimat tentang mimpi, pada saat yang paling sempurna.
Dan inspirasi lagi lah yang membawa saya menempuhi tes-tes bahasa itu, serta sebuah ujian untuk kembali ke tempat di mana saya menempuhi diploma tiga saya lima tahun silam. Dan saya kembali. Sungguh segala puji.
Maka pada suatu masa, saya masih menyimpan keinginan itu. Bertemu dengan scientist itu di sebuah lorong suatu universitas di negeri yang jauh, di mana bus besar itu tidak berwarna merah-oranye tetapi merah menyala. Mungkin saya tidak akan mengenalinya sebagai inspirator terbesar dalam satu babak kehidupan saya. Tapi jika kesempatan itu datang, saya hanya ingin mengucap sebuah kalimat: “Terima kasih.”
good luck, jeung!
sayah sudah menantinanti postingan ini sejak banner itu dipasang
and it’s sweet, as always….
maap, jeung.. mencoba memperbaiki link, hehe
terima kasih jeng eva * peluk peluk *
saya jadi ingat masa-masa dulu itu
amazing seasons of life. the seasons of dreams.
indah…
semoga kesampaian.
dan senangnya punya inspirasi.
Mantaappp! Bener kata diah, indah. Ini kamu banget! Good luck yach!
Terima kasih banyak semuanya ^_^ *sangat, sangat senang*
*peluk*
cerita kayak gini emang kamu bgt ya, Hun,,
terus kejar yaa kemana-mananya. itung” aku jadi ikut seneng kalo beneran jadi ke “luar” kamunya
Amin.. Makasih Dy.. *hugs back*
Apapun yang terjadi, semoga semuanya selalu memegang erat impian” itu dan tidak melupakannya
Jadi, kapan kita gathering di Trafalgar Square, teman-teman? Hihi ^^ *sedang membaca Negeri Lima Menara*
[...] Gunawan , Metha Paramitha , Anvi Febriyanti , Wenny Aulia , Tombak Matahari , Puji S. Wijaya , Raut Bonita , Unee Adisti , Yusuf Abdulwahid , Azrul Makarim , Yuli Ana , Nove E. Variant , Erna M. Manna , [...]