Haha, tumblr, twitter, senang rasanya punya mainan baru
Hey, hey, ini dah akhir bulan Ramadhan dan anak ini malah mainan kompie terus ^^;
Ternyata saya cinta banget utak-atik desain blog ya. Ya tumblr, ya araian (saking seringnya, sampe pernah jadi most active blog tahun kemarin,
), ya blogspot..
Microblogging is fun.. Tapi saya lebih fokus ke theme-nya, Oh God!! Seharusnya saya bisa lebih kreatif dikit, write something lah, draw something, lah..
And what’s more interesting is.. Holy, Koh Udin, Pak Heri, ternyata juga punya tumblr
*meski cuma Holy yang apdet terus tumblr-nya).
Mungkin yang membuatnya menyenangkan adalah, kebanyakan isi dari blog-blog itu, hal yang lucu-lucu
Meskipun ada juga (banyak!) quotes yang kena banget, haha.
Mungkin orang semakin suka yang praktis dan to the point. Kalau satu foto dan satu kalimat bisa menyampaikan semuanya, kenapa harus menulis panjang lebar?
Tapi, di sisi lain, itulah yang membuat tulisan panjang lebih berarti. Seperti amplop cokelat dan jalan-jalan di bawah deretan pepohonan saat hujan baru saja berhenti turun.
saya malah jadi sering bikin blog baru. dengan semangat baru pula, tapi kok sekarang males banget ya.
pengen punya satu aja. yang lain pengen di delete-in aja.
tapi yg mana ya ???
iya nih perasaan jadi banyak blognya, ada tumblr juga, hahaha..
yang udinnyadyra.tumblr sama udinmu.blogspot jangan di-delete yaa
oh yo, yang vox juga, ntar ga bisa komen di blog holy :p
hahahaha….aku ndak ngerti cara make tumblr itu, sampe skarang msh bingung makanya kosong.
ada twitter juga? aku jg punya, cm ya nasibnya msh ndak jauh beda sama tumblr, paling cm buat liat update-nya orang2 aja
aku juga pengen punya tumblr dan lain sebagainya itu, tapi kok blog aja ga diurusin. paling mentok jadi pembaca doank, sedih sekali rasanya
hihi..
ga papa dyra..
senang kok ada yang baca blog/tumblr kita
eh tapiii
aku kangen blogmu..
pak heri: tumblr sama kok kaya blogging biasa
pengakuan, aku ga apdet-apdet twitter atau menanggapi twitternya orang lain karena aku ga ngerti… ga paham rulesnya.. *haduh chang’e maluu
*