1. terima sms, Advanced Potion Making 4 p.m. with Prof. Slughorn. WHATT??
2. telepon ketua kelas, “Bukannya Senin ya? Aku belum bikin presentasinya!!”
3. no cancellation, tetep jam 4
4. membanting handphone
5. telepon Tri, temen satu kelompok, surprised banget melihat dia tenang banget (mungkin ini yang disebut kematangan emosional. atau memang cowok seperti itu? diset supaya ngga gampang panik? oh well…
tapi Thank God karena kalo dia panik ga tau deh. Katanya, “Tenang Bonnie, tinggal 4 slide lagi, nanti kamu edit ya. Udah kita hadapi aja, kalau presentasi kan cuma mbacain. Kalo dibantai ya bagus enggak pasti dibantai juga kan.
“
Oh. Well, okay….
Mungkin ini mental PPLN-nya yang simpel (Tri was in the same specialization with me, and yes we tend to think simple back then, Claim and Auction people. It was true.)
5. “Wa wa wa..!” babbling ga jelas
6. Inget belum memforward jarkom. Memforward jarkom ke Sosro sambil merasa mau nangis.
7. Mengganti status gtalk. Berusaha menahan diri buat ngga mengumpat-umpat padahal dalam hati dah jadi tentara PD II yang lari di bawah hujan peluru.
8. Bengong?
9. Mulai googling bahan. Mendapatkan artikel yang enak dibaca. Dapat gambaran sedikit.
10. Mulai tenang.
11. Mulai berpikir agak jernih:
- Alhamdulillah jam 4 so masih ada waktu
- Alhamdulillah jadi cepet selesai dan bisa mulai fokus ke Menstra
- Alhamdulillah Tri dah prepared
- Alhamdulillah….
12. Curhat di sini (masih agak kesal T-T)
13. Menyadari bahwa:
- Presentasi harus disiapin jauh-jauh hari meskipun majunya masih lama
- Jadwal kuliah kadang-kadang sucks tapi kitanya yang harus bisa menyesuaikan
- Ga boleh menunda pekerjaan (lihat poin satu)
- Be careful what you wish for
- Harus berempati sama keadaan dan kesulitan orang lain
- Dalam keadaan seperti ini kenapa selalu handphone yang pertama jadi korban ya? *sigh*
Well, yah,this is life. Terima-hadapi-perjuangkan. There’s no other way.
Doakan saya ya teman-teman!
Publié dans untitled | 5 Commentaires »
Inggris. London. UK. Arai.
Inspirasi. Semuanya tentang inspirasi.
Semuanya bermula dari suatu malam di bulan Agustus yang sejuk itu. Di antara lampion yang berayun-ayun dan cahaya lilin yang mengapung di atas permukaan air, dan sebuah lagu tentang mimpi, kali pertama saya dengar namanya. Ia, sejak saat itu, adalah penulis yang karyanya selalu saya nanti-nanti.
Kemudian pada suatu pagi, pada sebuah percakapan pendek melalui telepon, pertama kalinya saya menyadari hal itu. “He’s an angel,” kata sahabat saya dari ujung saluran. Saya terdiam, memikirkan kalimat pendek itu sementara angan saya memutar kembali chapter-chapter awal di mana ia mulai menyapa dengan sebuah permulaan yang menyentuh.
Arai Ichsanul Mahidin is indeed an angel.
Kemudian sesuatu dalam hidup saya berubah. Semua persoalan mengenai perasaan menepi, yang ada adalah keinginan untuk melakukan sesuatu yang lebih berarti untuk kehidupan saya. Saya ingin melanjutkan pendidikan.
Maka sejak saat itu, setiap kali bus besar berwarna merah-oranye itu melintas di depan bangunan di mana bendera tiga warna itu melambai-lambai dihembus angin sore, di balik kaca besar yang dingin berembun saya akan tersenyum. Tak peduli seberat apapun hari itu dilalui, atau sesedih apapun perasaan mempermainkan saya, saya hanya perlu mengingat bahwa di suatu tempat di luar sana, mungkin di Perancis, dia ada. Dan saya akan merasa jauh lebih baik.
Kemudian pada bulan November itu, satu kali lagi kesempatan untuk bertemu dengan satu-satunya orang yang tahu di mana ia berada. Sang penulis. Semua orang menanyakan keberadaan dirinya. Di mana dia sekarang? Apa yang ia kerjakan?
“Dia ada di Inggris, sedang menyelesaikan S3-nya di bidang Bioteknologi.”
Dan selama berbulan-bulan, saya berpegang pada satu kalimat ini. “Dia di Inggris.”
Dan kebodohan sayalah yang membuat saya terus mencari di mana universitas tempat di mana ia menjalani risetnya itu berada, hanya dengan berbekal sepotong informasi bahwa tempat itu berjarak sejauh satu jam perjalanan dari London. Seharusnya saya mendengarkan baik-baik ketika Hirata ssi menyebutkan nama tempat itu, bukan menjerit-jerit histeris hanya karena namanya disebut. I was so like a high school student, having a secret crush on her senpai ^^;
Sangat menyenangkan, ketika suatu hari beberapa orang sahabatmu yang paling dekat repot-repot mencarikan informasi tentang universitas entah apa itu yang terletak di kota entah apa itu yang diakhiri dengan –chester hanya karena kamu mulai mengeluh bahwa “This curiosity’s killing..”
Ah.. Saya dan obsesibitas saya ^^
Maka saya sangat, sangat bahagia ketika tanpa sengaja menemukan jawaban atas apa yang saya pertanyakan selama itu.
Graduate Administrator
Department of Biological Sciences
University of Essex
Wivenhoe Park
Colchester CO4 3SQ
Mungkin saya hidup dalam angan-angan saja, atau mungkin saya sekedar lari dari kenyataan yang waktu itu sedikit menyesakkan. Tetapi apapun alasan saat itu, buku bersampul biru itu telah menjadi tempat berlari, yang entah bagaimana, membuat saya lebih kuat. Maybe he is really an angel. Dan Allah mengirimkan malaikat itu dalam wujud kata-kata dan kalimat tentang mimpi, pada saat yang paling sempurna.
Dan inspirasi lagi lah yang membawa saya menempuhi tes-tes bahasa itu, serta sebuah ujian untuk kembali ke tempat di mana saya menempuhi diploma tiga saya lima tahun silam. Dan saya kembali. Sungguh segala puji.
Maka pada suatu masa, saya masih menyimpan keinginan itu. Bertemu dengan scientist itu di sebuah lorong suatu universitas di negeri yang jauh, di mana bus besar itu tidak berwarna merah-oranye tetapi merah menyala. Mungkin saya tidak akan mengenalinya sebagai inspirator terbesar dalam satu babak kehidupan saya. Tapi jika kesempatan itu datang, saya hanya ingin mengucap sebuah kalimat: “Terima kasih.”
Publié dans untitled | Taggé ‘Kompetisi Blog EducationUK’ | 11 Commentaires »
There’s a boat sailing out there
To an island no one’s aware of
We can go together and take to the sea
Sail with me
Sail with me.
Every road lead us to somewhere
And every turn bring us closer to home.
Being alone doesn’t mean that you’re free
So come with me.
Come with me.
Come with me.
Come with me.
Every face is there to be looked at
Every word is there to be heard.
Don’t believe in all that you see.
Just believe, believe in me.
Believe in me.
Sing with me
Sing with me.
Sing with me…
There’s a note waiting out there
For a song no one’s aware of
No one’s aware of
No one’s aware.
Jack Savoretti – No One’s Aware
taken from Sisterhood of the Traveling Pants 2 Original Soundtrack
Publié dans untitled | 4 Commentaires »

In the Name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful
From our presentations in the last two meetings, I can lists five important things:
1. Audience are too lazy to speak, so anytime you use questions to interact with them, always use open-end questions instead of yes-no question.
Makes me think that audience are so annoying in the way they’re so easily bored, losing focus, and tend to pay attention more to presenters’s appearance than the ideas presented. But hey, I was an audience too, wasn’t I? Surely. But I can assure that I am not that annoying, really. Try me. Hahaha.
2. Try to record your performance so you can see your improvement.
I’m so, so, wanting to do this. Okay, my narcissist side wins, haha. I don’t know, maybe I will record my pretending to be announcer for Colchester local TV station (is there such thing in that dream city of mine?) someday. Secretly. In my room. Yeah, another dirty little secret
3. Try hard to hold your audience’s curiosity.
Yep. We’re bunch of curious people who read fast so it’s better to show the points one by one, dear presenter. If you show us all points in one slide, we’re gonna read them in a few seconds and our mind will then drift away to something more interesting like “I think Cedric Diggory is way much better than Edward Cullen from Stephenie Meyer’s novel Twilight” or something like that.
4. Keep the eye contact.
Yes I am talking about presenting ideas, not occlumency lesson with Severus Snape. Still, there is one similar thing. Keeping the eye contact. And just like in occlumency, for some people this is the hardest thing to do. You must have a strong self-confident. But why? Why the eye contact? Oh, I love this reason: Because you are sharing your VIEW!
5. Remember that you can get more respect and be more convincing when your grammar and language use are good ^_^
People love perfection, I guess. And when they find zero mistake, they’re gonna be like, “Oh , I can’t find mistake in her grammar. This is annoying. But (I hate to admit this) it’s cool.”
Presenting ideas was heart-throbbing. But now as we move on to essay writing, I personally think that presenting ideas wasn’t that difficult because you are more free. In the way that when you talk, only people with some kind of language gift in their heads and the ones who fully pay attention to you able to notice the grammatical errors you make. But in writing! It’s there, can be read many times and mistakes are more easily found. You just can’t escape like the way you escape from your mistakes in speaking as you say the next sentence. Kinda scary, hahaha. I think I have to read more articles in English (wishing so much that Reader’s Digest Asia is a bit cheaper, hehehe) to get accostumed with essay reading and writing. Because it is waaay different from writing freely like this.
Ah, that reminds me of Dory from Finding Nemo who loves to sing “Just keep swimming, swimming, swimming.” For me now it’s more like: Just keep reading, reading, reading.. Just keep writing, writing, writing…
Publié dans untitled | 1 commentaire »
Maybe speeding up at nine thirty, singing my favorite song wasn’t a quite right thing to do.
The lights reflected on the surface of the water, the white bridges, and the dark sky. I think I have to stop looking at them admiringly or I’ll harm not only myself but other people too.
Haha. Part of growing up..
I love doing that. Be it right or wrong.
It’s as simple as that.
Thank You, dear God, for everything..
Publié dans untitled | 4 Commentaires »

My friends lately keep saying to me, “Hey, cheer up, girl,” or “Let’s go somewhere sometimes. Being with friends will do some good for you,” or “You don’t have to tell us the story, just stay with us, laugh, and I’m sure you’ll feel better.”
To which I respond, blank-faced: “What? Am I looking that sad?”
And then they say: “Uhmm… No.. Not really. It’s just… ” (they’ll examine my face closely, thinking) “It seems like you’ve got a lot of things to think about.”
Hahaha.
Yeah, surely. That one is true. I am so darn confused with these sudden changes in my life. People come and go, I come and go, et cetera, et cetera.
I wish that I could be more cheerful after this, because I don’t like it when my friends worry about me. Though I love them for caring about me so much like that
(thanks ani and mbak athrine..)
I just played the game ‘if-I-really-have-to-move-then-what-things-I’m-gonna-take-with-me’. God, so many things in my room and most of them are things I never touch, never use. Without realising it, I have bought and kept so many unimportant things.
Have to keep in mind that as long as I am still living in a dormitory, I must only have few, very important things.
Because I have to remember that I am that kind of girl who loves (do I love it??) to move. And it’s much, much easier when I only have a few things.
Publié dans untitled | 6 Commentaires »
Publié dans untitled | 5 Commentaires »


Publié dans untitled | 4 Commentaires »
Haha, tumblr, twitter, senang rasanya punya mainan baru
Hey, hey, ini dah akhir bulan Ramadhan dan anak ini malah mainan kompie terus ^^;
Ternyata saya cinta banget utak-atik desain blog ya. Ya tumblr, ya araian (saking seringnya, sampe pernah jadi most active blog tahun kemarin,
), ya blogspot..
Microblogging is fun.. Tapi saya lebih fokus ke theme-nya, Oh God!! Seharusnya saya bisa lebih kreatif dikit, write something lah, draw something, lah..
And what’s more interesting is.. Holy, Koh Udin, Pak Heri, ternyata juga punya tumblr
*meski cuma Holy yang apdet terus tumblr-nya).
Mungkin yang membuatnya menyenangkan adalah, kebanyakan isi dari blog-blog itu, hal yang lucu-lucu
Meskipun ada juga (banyak!) quotes yang kena banget, haha.
Mungkin orang semakin suka yang praktis dan to the point. Kalau satu foto dan satu kalimat bisa menyampaikan semuanya, kenapa harus menulis panjang lebar?
Tapi, di sisi lain, itulah yang membuat tulisan panjang lebih berarti. Seperti amplop cokelat dan jalan-jalan di bawah deretan pepohonan saat hujan baru saja berhenti turun.
Publié dans untitled | 6 Commentaires »
Kemarin dapat imel dari Britishcouncil.. senangnya senangnya ^_^
Rasanya jadi semangat lagi.
Hari ini dari pagi utak-atik wordpress, menyenangkan. Postingan yang dulu-dulu di-hide sekarang ditampilin lagi, jadi yang dulu belum sempet komen, sekarang bisa komen lagi
(siapa ya yang dulu sedih soalnya belum sempet komen tapi postingan-postingannya udah dihapus? :rolleyes: )
Sekarang the-flight juga dipindah ke wordpress dengan nama baru, soalnya kan isinya ngga cuma cerita, nah saya penginnya the-flight itu isinya kumpulan cerita aja. Ternyata lebih cepet bikin blog baru dan mindah semua cerita itu ke sana daripada mengubah postingan yang bukan cerita menjadi draft (ngga tega ngehapusnya
).
Menyenangkan, membaca lagi komen-komen yang dulu-dulu. Lucu-lucu soalnya ^^
Hari ini, topik yang menarik, kuliah pindah ke Purnawarman. Hehe, pindah juga akhirnya :p Perasaan udah dari duluu sekali topik ini dibahas di sini. Tapi doa saya terkabul (“At least semester depan Ya Allah, jangan waktu matrikulasi..“), Alhamdulillah. Tapi.. bingung juga jadinya. Ada beberapa plan yang semula nampaknya akan berjalan lancar, sekarang jadi butuh effort lebih dengan adanya acara pindahan ini. Hehe, lagi-lagi kesungguhan diuji. Emangnya plan apa, Ng’e? Plan lebih sering maen ke Toko Jojo, hihi :p
Oh ya, lebaran ini kayaknya ngga ada home-made cookies maupun cookies gosong a la Chang’e karena kemarin waktu ke Salatiga saya sama Mama kena spell-nya kue-kue kering di Wonder Bakery dan akhirnya pulang dengan tentengan sekerdus kue kering (abis cantik-cantik sih! hihi.. ). Kayaknya Mamiku agak merasa bersalah soalnya she kept on saying this to my Dad: “Nggak papa, daripada bikin sendiri ntar capek, dan kalo kita beli kue dari *** (tidak sebut merk) nanti juga masih harus beli dari toko *** juga.” Haha, makes me laugh (sekarang saya tahu kenapa saya shopaholic, love you Mom, hehehehe)
Rite then…
Sekedar menyapa saja
Have a nice day, temans..
Publié dans untitled | 4 Commentaires »